Tuesday, 17 November 2015

Sinopsis or Blurb?

Kamu suka baca menulis? Jangan sampai kamu salah kirim sinopsis, ya! Em...maksudnya, bukan salah kirim sinopsis naskah lain, hihihi... tapi jangan kirim blurb sebagai sinopsis ceritamu. Hoahm... Zahra banyak basa-basi, nih! Hahah! Yaudah, langsung aja, yuk kita cari tahu apa bedanya sinopsis dan blurb. Here it is:

Apa itu sinopsis?

Sinopsis adalah ringkasan keseluruhan cerita, jadi enggak gantung kayak blurb ya. Kalau kamu pikir tulisan yang ada di belakang buku itu sinopsis, kamu salah besar. Sinopsis mewakili keseluruhan cerita, jadi gak gantung kayak tulisan di belakang buku.

Lalu tulisan di belakang buku itu apa, dong?

Itu namanya BLURB! Ya...tanpa perlu dijelaskan, kamu sudah tahu, kan, apa itu blurb, hihihi...

Pengalamanku sendiri, sih, dulu menganggap blurb adalah sinopsis dan sinopsis yang dikirim ke penerbit untuk Nenek Gaul Super Kepo adalah blurb, tapi untungnya, bukunya terbit juga, hihihi...

Dari analisisku, karena sinopsis adalah ringkasan keselurhan cerita, kamu harus buat sinopsis sebelum mulai mengarang cerita, supaya gak bingung dan supaya gak menyimpang ceritanya. For a tips, sebelum mengarang cerita, pastikan ada kerangka dan ide yang matang, step by step konflik juga harus ditulis dan dimatangkan, kenapa? Karena kalau tidak, kamu bisa saja mogok di tengah-tengah gara-gara kehabisan ide, alur berantakan dan akhirnya mulai dari awal, kan sayang?

Tapi, Zah, ada tips yang bilang kalau ada ide, langsung tulis biar gak hilang! Gimana, dong?
Maksudnya, tulis di catatan, tulis rinciannya kalau bisa langsung sinopsis dan kerangkanya. Bukan berarti harus langsung mulai cerita.

For your information, di blog Nunu dan Cecep (salah satu konsultan penulis yang bisa bantu-bantu kamu itu, loh), mereka mengulas tentang hal-hal yang perlu kamu persiapkan sebelum menulis cerita. Bisa dicek disini.

No comments:

Post a Comment